Mobil hybrid tidak hanya memadukan mesin bensin dan motor listrik. Di balik sistem tersebut, ada teknologi yang membantu memanfaatkan kembali energi ketika kendaraan mengurangi kecepatan.
Teknologi ini dikenal sebagai regenerative braking.
Saat mobil melakukan deselerasi, sebagian energi gerak kendaraan dapat diubah menjadi energi listrik dan disimpan kembali ke baterai hybrid. Energi tersebut kemudian dapat digunakan kembali oleh sistem saat dibutuhkan.
Jadi, energi yang biasanya terbuang saat kendaraan melambat dapat dimanfaatkan kembali.
Apa Itu Regenerative Braking?
Regenerative braking adalah sistem yang membantu mengubah sebagian energi kinetik kendaraan menjadi energi listrik ketika mobil mengalami deselerasi.
Pada kendaraan dengan sistem hybrid Honda e:HEV, motor listrik tidak hanya berperan dalam menggerakkan kendaraan. Dalam kondisi tertentu saat mobil mengurangi kecepatan, motor juga dapat bekerja sebagai generator.
Energi dari gerakan kendaraan kemudian dikonversi menjadi listrik dan disimpan ke baterai hybrid.
Secara sederhana:
Mobil melambat → energi gerak dimanfaatkan → diubah menjadi listrik → disimpan di baterai.
Proses ini menjadi bagian dari cara sistem hybrid mengelola energi selama perjalanan.
Bagaimana Cara Kerja Regenerative Braking?
Cara kerjanya dapat dipahami melalui tiga tahap sederhana.
1. Kecepatan Kendaraan Berkurang
Ketika pengemudi mengurangi kecepatan, kendaraan memasuki fase deselerasi.
Pada kondisi inilah sistem dapat mulai memanfaatkan energi dari gerakan kendaraan.
2. Energi Kinetik Diubah Menjadi Energi Listrik
Ketika kendaraan melambat, motor listrik dapat berfungsi sebagai generator.
Sebagian energi kinetik dari pergerakan kendaraan kemudian dikonversi menjadi energi listrik.
Dengan begitu, energi tersebut tidak langsung terbuang begitu saja.
3. Energi Disimpan Kembali ke Baterai
Energi listrik yang dihasilkan kemudian disimpan ke baterai hybrid.
Baterai tersebut nantinya dapat kembali menyediakan energi bagi sistem kendaraan sesuai kebutuhan berkendara.
Inilah alasan regenerative braking sering digambarkan sebagai proses “mengisi ulang baterai sambil berkendara.”
Namun, proses pengisian tetap bergantung pada kondisi kendaraan dan situasi berkendara.
Apakah Baterai Selalu Terisi Setiap Kali Mobil Mengerem?
Tidak selalu.
Regenerative braking memang dapat menghasilkan energi listrik ketika kendaraan melakukan deselerasi, tetapi jumlah energi yang dapat dikembalikan ke baterai dapat berbeda-beda.
Sistem hybrid akan mengatur proses tersebut secara otomatis berdasarkan kondisi kendaraan, kebutuhan tenaga, kondisi baterai, dan situasi berkendara.
Karena itu, regenerative braking lebih tepat dipahami sebagai sistem yang memanfaatkan kembali sebagian energi saat kendaraan melambat, bukan sebagai sistem yang selalu mengisi baterai dalam jumlah yang sama setiap kali rem digunakan.
Apakah Regenerative Braking Menggantikan Rem Biasa?
Tidak.
Regenerative braking bekerja sebagai bagian dari sistem pengereman dan pengelolaan energi kendaraan hybrid.
Mobil tetap menggunakan sistem pengereman konvensional ketika diperlukan. Kedua sistem dapat bekerja bersama untuk membantu kendaraan melakukan deselerasi sesuai kebutuhan.
Jadi, regenerative braking bukan pengganti rem konvensional.
Perannya adalah membantu memanfaatkan sebagian energi dari proses perlambatan kendaraan menjadi energi yang dapat digunakan kembali oleh sistem hybrid.
Dari Mana Baterai Honda e:HEV Mendapatkan Energi?
Regenerative braking bukan satu-satunya bagian yang berperan dalam pengelolaan energi pada sistem Honda e:HEV.
Sistem hybrid mengatur kerja antara mesin bensin, motor listrik, generator, dan baterai secara otomatis sesuai kondisi berkendara.
Saat kendaraan melambat, regenerative braking dapat mengembalikan sebagian energi ke baterai.
Dalam kondisi berkendara lainnya, sistem juga dapat menghasilkan dan mengatur energi melalui kerja mesin dan komponen hybrid.
Karena pengelolaan energi dilakukan oleh sistem kendaraan, pengemudi tidak perlu mengatur secara manual kapan baterai harus diisi atau digunakan.
Apa Manfaat Regenerative Braking dalam Berkendara Sehari-hari?
Manfaat utama regenerative braking adalah membantu memanfaatkan kembali energi yang tersedia saat kendaraan melakukan deselerasi.
Situasi seperti mengurangi kecepatan sebelum persimpangan, mengikuti perubahan arus lalu lintas, atau melewati jalan menurun dapat menjadi momen ketika proses regenerasi energi berlangsung.
Sistem tersebut bekerja di balik pengalaman berkendara sehari-hari tanpa membutuhkan pengaturan khusus dari pengemudi.
Hasilnya, energi dapat dikelola secara lebih terintegrasi antara motor listrik, mesin bensin, dan baterai hybrid.
Teknologi yang Memanfaatkan Energi Saat Mobil Melambat
Konsep regenerative braking sebenarnya cukup sederhana.
Ketika kendaraan melambat, sebagian energi dari gerak kendaraan dimanfaatkan kembali, diubah menjadi energi listrik, lalu disimpan di baterai hybrid.
Proses ini menjadi salah satu bagian penting dari cara sistem hybrid Honda e:HEV mengelola energi selama perjalanan.
Jadi, ketika indikator menunjukkan adanya pengisian baterai saat mobil melakukan deselerasi, ada proses menarik yang sedang berlangsung di baliknya: energi gerak kendaraan sedang dimanfaatkan kembali menjadi energi listrik.
Ingin mengenal lebih dekat pengalaman berkendara dengan teknologi hybrid Honda? Anda dapat berkonsultasi atau menjadwalkan test drive bersama tim Honda Istana Banyuwangi.